Showing posts with label Human Interest. Show all posts
Showing posts with label Human Interest. Show all posts

Tuesday, July 13, 2010

Petakumpet Creative Giving

Siapapun yang sedang disempitkan rezekinya, hendaklah bersedekah dari harta yang telah diberikan-Nya. Sesungguhnya sedekah itu akan membuka pintu rezeki, menyembuhkan penyakit, mencegah bencana dan memanjangkan umur.

Sejak 1 Mei 2010 telah terpasang Kotak Amal ‘Petakumpet Creative Giving’:di Petakumpet Headquarter (Dreamlab), 1 Mei adalah untuk menandai hari ulang tahun Komunitas Petakumpet didirikan awalnya, 1 Mei 1995, 15 tahun lalu


Tujuan awalnya adalah sebagai pusat penyaluran teman-teman yang ingin berbagi dan bersedekah sehingga jumlah dan manfaatnya lebih besar dengan penyaluran yang lebih tepat
Manfaat ‘Petakumpet Creative Giving’ (PCG)
  1. Menyalurkan kepedulian keluarga besar Petakumpet lewat sedekah bersama
  2. Menyalurkan zakat, sedekah dan program CSR PT. Petakumpet Creative Network
  3. Prioritas pertama untuk dibantu adalah internal keluarga besar Petakumpet (sedang kekurangan, sakit, musibah, melahirkan, meninggal, dsb.), warga di lingkungan sekitar kantor, panti asuhan, panti jompo dan lembaga sosial lainnya dalam bentuk pemberian yang kreatif
  4. Menjalankan program berbagi secara rutin: Sahur on The Street, Parcel on The Street dan program-program sosial lainnya
Apa yang bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan PCG?
  1. Menyalurkan sedekah ke kotak amal PCG atau ke Rek. Mandiri No. 1370006999359 an. Rizal Osakananto (rekening ini dibuat khusus untuk PCG)
  2. Memberitahukan jika ada keluarga besar Petakumpet atau pihak-pihak lain yang sedang perlu dibantu dengan program PCG kepada M. Arief Budiman (Managing Director) arief_009@yahoo.com atau Rizal Osakananto (Operational Manager) osakananto@yahoo.com
  3. Mengusulkan program-program kepedualian sosial untuk dikerjakan bersama lewat saluran email yang sama
Semoga program ini didukung bersama dan memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya. Terima kasih.

Salam,
M. Arief Budiman
Managing Director

Sunday, June 01, 2008

Kolase Curahan Hati



Di salah satu dinding departemen kreatif yang dikelilingi kaca, ada sebuah space berukuran 1,5 x 2 m yang akhirnya menjelma semacam majalah dinding, yang justru makin sering mengarah sebagai pelampiasan penyakit narsis yang tak kunjung sembuh. Ini sebuah media yang bebas untuk berekspresi (atau bebas juga untuk sekedar tersenyum kecut melihatnya). Kreativitas dan kegilaan sesaat butuh ruang: di dinding ini curahan hati mereka. Yang mendayu-dayu dan meratap pilu meskipun diekspresikan secara garang. Tak selalu manis memang, tapi juga melulu pahit. Yang paling sering: noraknya itu!

Thursday, October 05, 2006

Sang Pemimpi Klien



Iklan, dalam pakem M. Arief Budiman, tetap harus bisa membantu klien untuk mencapai tujuan marketing. Lantaran itu, puluhan award kreatif yang dimenangkan Petakumpet akhirnya dianggap sebagai bonus.

Petakumpet adalah pelanggan award Pinasthika. Rasanya Anda harus setuju dengan statement tersebut. Terhitung sejak festival kreatif ini dirilis menjadi event nasional 2003, agency yang berdomisili di kota gudeg itu tak pernah terlewat mendapatkan penghargaan. Tahun 2003 mereka memetik 9 award. 2004 dengan 7 award. Tahun 2005 dengan raihan 6 award kategori gold dan 14 penghargaan lain mereka akhirnya diganjar sebagai Agency of The Year. Terkini dalam Pinasthika 2006, Petakumpet diakui sebagai The Most Creative Agency.

By the way, M. Arief Budiman sang Managing Director tak hendak berhenti di situ. “Saya tidak menginginkan tim saya selalu mengenang prestasi masa lalu. Hal terbaik yang kita lakukan di masa lalu hanya akan menjadi track record. Kualitas kita diukur dari prestasi hari ini, bukan kemarin,” ujarnya lugas.

Kendati sederet prestasi yang sudah disebut di atas bersentuhan dengan faktor kreativitas, profesional 31 tahun ini ternyata mengukur kualitas iklan bukan semata dari sisi itu. Pakem iklan – baginya – harus tetap bisa membantu klien untuk mencapai tujuan marketing. Entah itu brand building, selling ataupun objective yang lain. Iklan memang bukan hanya pentas kreatif.

“Makanya award bagi kami cuma bonus. Job utama kami adalah men-support kebutuhan promosi klien,” ucapnya panjang lebar.

Sebagai penyedia jasa, klien menjadi faktor yang paling diutamakan oleh Petakumpet. Puluhan creative award yang mereka menangkan – menurut pengakuan pria yang gemar bermimpi ini – tak pernah bisa menggantikan hangatnya hubungan yang saling mendukung dengan klien. Tanpa kedekatan itu, prestasi tidak akan banyak gunanya. Lantaran itulah di Petakumpet, Arief selalu bicara: strategi, strategi, strategi. Mereka tidak akan mengeksekusi sebuah iklan tanpa strategi yang kuat.

Tidak lelahkah Arief sebagai pribadi mengurusi kebutuhan klien setiap saat? Cobalah Anda buka blognya. Disana Anda akan mendapatkan sisi lain dari alumnus Diskomvis Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta yang dikutuk menjadi mahasiswa teladan tingkat institut dan wisudawan terbaik tahun 1999.

Ia bukannya tak pernah merasa muak dengan rutinitas 24 jam yang menjebak orbit otaknya. Pada saat-saat itulah Arief banyak melakukan refleksi diri dengan cara bersahaja. Secangkir teh panas, kenangan tentang almarhumah nenek tercinta, sehalaman catatan pinggir Goenawan Mohamad, sekutip dua puisi, prosa atau sebendel novel bahkan sekedar diam menyesap waktu, niscaya akan mengembalikannya menjadi diri yang utuh. Dan di matanya, dunia pun terlihat kembali berkilau.


Artikel dikutip dari Advertiser of The Month
Majalah MIX 09 / III, 25 Sept – 25 Okt 2006
Diliput dan ditulis oleh: Nurur R. Bintari

Saturday, January 07, 2006

Jadi Ayah yang Baik Bagi Eksekutif Sibuk

Adalah hal yang biasa bagi anda, eksekutif yang sibuk, menghadapi dilemau ntuk memilih mana yang harus didahulukan: karier atau keluarga.Kebanyakan eksekutif yang sukses menganggap bahwa keberhasilan karier menuntut pengorbanan keluarga (ini menjadikan dilema ini menjadi bukan dilema lagi).Ini tampak dari lamanya jam kerja mereka, seringnya mereka melakukan perjalanan dinas, bahkan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kerja di saat-saat semestinya mereka berada bersama keluarga. Sudah menjadi pendapat umum bahwa urusan keluarga, seperti mengurus anak, menjalin hubungan dengan tetangga, dan lain sebagainya, diletakkan di pundak istri. Yang lebih menarik lagi, kini banyak wanita yang ikut-ikutan bekerja, yang berarti juga harus memenuhi tuntutan karier untuk mengorbankan kepentingan keluarga.Namun, sesungguhnya yang terjadi tidaklah seseram dan seburuk itu. Tentu ada juga contoh-contoh di sekitar kita, orang-orang yang mampu meraih keberhasilan karier sekaligus menjadi ayah yang baik bagi keluarganya. Berikut ini beberapa tips dari mereka yang berhasil menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarganya.

1. Pahamilah bahwa karier dan keluarga adalah sebuah kehidupan yang utuh. Persoalan muncul bila kita menganggap karier adalah satu-satunya kehidupan yang kita miliki, sedangkan keluarga hanya sebagai persinggahan. Memang ini tidak menimbulkan dilema internal pada diri manajer itu, namun akan memberikan masalah bagi keluarga yang mencintainya. Maka yang paling utama adalah menyadari bahwa karier maupun keluarga adalah sebuah kehidupan yang utuh, yang keduanya harus bisa dilalui dengan sebaik-baiknya. Bila toh adakalanya, salah satu harus berkorban demi yang lain, maka pengorbanan itu tetap dalam bingkai mencapai sebuah keberhasilan hidup yang utuh.

2. Diskusikan secara terbuka dengan keluarga tuntutan karier Anda. Bila terjadi konflik antara tuntutan keluarga atau karier, maka upayakan sebuah diskusi terbuka dengan istri dan kekuarga anda. Berterusteranglah untuk mendapatkan pengertian dari keluarga bila anda harus mendahulukankepentingan karier. Ini adalah langkah bijak yang juga dapat mendorong istri dan keluarga anda bisa menyikapi pekerjaan anda secara bijak pula. Sadari pula bahwa keluarga anda juga perlu tahu gambaran besar tentang apa-apa yang terjadi pada ayahnya yang tercinta.

3. Jadikan waktu dengan keluarga sebagai bagian time planning anda. Seringkali kita, sebagai manajer yang sibuk, pandai membagi waktu kerja,namun gagal dalam membagi waktu untuk keluarga. Maka, masukkan kegiatan keluarga sebagai bagian dari perencanaan waktu anda. Lebih penting lagi,anda menyediakan waktu yang khusus bagi keluarga. Bukankah kita diberi akhir pekan, cuti tahunan, atau liburan panjang untuk menikmati hidup bersama keluarga. Atur waktu anda untuk melakukan sesuatu yang berharga untuk keluarga, sebagaimana anda mengatur waktu untuk kegiatan karier demi produktivitas kerja.

4. Jaga terus hubungan/kontak dengan keluarga. Meski anda sedang berada di tengah-tengah kesibukan kantor, perjalanan dinas, atau rapat besar, jangan lantas anda terputus hubungan dengan keluarga. Memang, yang terpenting adalah kualitas dari hubungan, namunkuantitas hubungan bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja. Ini menunjukkan betapa anda masih memberikan perhatian pada keluarga anda. Toh,melalui teknologi komunikasi modern, seperti telephone, email, dll. hubungan anda bisa dengan mudah dilakukan.

5. Rayakan perayaan-perayaan keluarga. Betapa hambarnya sebuah keluarga tanpa perayaan-perayaan keluarga. Berikan perhatian pada tanggal-tanggal penting bagi keluarga anda, seperti hari ulang tahun, tanggal pernikahan, perayaan agama, arisan keluarga, dan lain-lain. Sisihkan waktu anda untuk menghidupkan acara, seperti, membelikan bingkisan, turut mempersiapkan acara, dan lain-lain. Dalam perayaan ini terdapat kesempatan besar untuk menjalin hubungan harmonis, sekaligus memperbarui komitmen anda. Bukankah, banyak pemimpin yang membawa kebiasaan ini di lingkungan kantor, dan menjadi seorang pemimpin yang dicintai oleh bawahannya?

6. Penuhi kebutuhan keluarga sebaik-baiknya. Asahlah kepekaan terhadap kebutuhan keluarga. Bertindaklah proaktif untukmengetahui apa-apa yang diperlukan oleh keluarga anda. Bila anda tak mampu memenuhinya sendiri, lakukan pendelegasian. Bukankah ini juga sesuatu yang anda lakukan di lingkungan kantor anda. Namun, bagi keluarga anda, kepekaan dan kesediaan anda untuk memenuhi kebutuhan itu jauh lebih bernilai di mata mereka.

7. Perkuat nilai-nilai diri anda sendiri. Renungkan kembali seluruh tujuan hidup anda. Temukan apa-apa yang menjadi tiang utama dalam kehidupan anda. Apakah pekerjaan memang harus menuntut pengorbanan seluruh hidup anda? Bila ya, apakah anda dan keluarga memang benar-benar siap dan menyadari peran itu? Menjadi pahlawan bagi masyarakat memang tindakan mulia, namun itu juga harus berarti menjadi pahlawan bagi keluarga anda. Sebelum anda benar-benar siap meniti karier yang semakin tinggi semakin kencang angin menerpa, perkuat nilai-nilai diri anda, sebagaimana pohon besar yang menancapkan akarnya kuat-kuat ke dalam bumi.Dan, bumi yang terbaik adalah keluarga anda sendiri. Karena, keluargalahyang menopang anda di kala badai kehidupan menerpa.

Congrats for Being Father, Ron :)

Saturday, September 10, 2005

Melukis Kanvas Baru

Buat Sari dan Yudi

Apa yang terbentang di sepanjang umur kita
Menjadi ladang bagi tumbuhnya niat baik dan cinta
Menjadi pelangi bagi mendung yang hilang
Dan menyelipkan cahaya di sela daun-daun sejuk berembun

Ketika ladang itu tumbuh menjadi sebesar kehidupan
Maka kebersamaan menjadi jawaban terindah
Untuk menumbuhkan tunas kebaikan, keindahan dan kebahagiaan

Sehingga setiap panen senantiasa dihiasi tawa riang
Dan hangatnya semangat kebersamaan

Bukannya tak penting menentukan dimana kita akan tinggal
Dan berapa bakul nasi yang akan terhidang di pagi hari

Bukannya tak penting kemana kita akan pergi membasuh penat
Dan kelebihan hasil bumi yang akan kita bagikan pada handai taulan

Tapi cinta itu sendiri sudah cukup membayar semuanya
Karena menjalani hidup adalah soal bagaimana belajar saling mempercayai
Dan bagaimana mengatasi setiap persoalan dengan senyuman

Dilandasi kokohnya genggaman tangan untuk terus melangkah
Dalam gelap dan sakitnya perjalanan mewujudkan impian bersama
Dengan peluh dan air mata yang makin menguatkan langkah
Perjalanan seusia waktu untuk menggapai indahnya cahaya di masa depan

Kupersembahkan padamu sebuah kanvas kosong
Yang dibingkai dengan cinta putih
Dan dikencangkan ikatannya oleh kasih sayang

Selamat melukis di kanvas kehidupan

M. Arief Budiman

Sunday, June 22, 2003

Kado Keajaiban

Hari indah, detik yang terindah ini
Adalah kado keajaiban Tuhan
Yang mendudukkan dua anak manusia
Dalam keindahan singgasana-Nya

Jikapun langit harus runtuh
Matahari bergulir dari porosnya
Dan samudera membalikkan tubuhnya

Itu tidak akan mampu melenyapkan titipan indah Tuhan
Sebuah rumah teduh yang bernama cinta

Karena rumah cinta itu lengkap dan melengkapi
Sayap kokohnya merangkum setiap perbedaan
Merajut helai demi helainya menjadi pakaian kebersamaan

Dimana setiap engsel pintu dan sudut dindingnya
Setia membasuh penat dengan mata air ketenteraman
Menghadirkan rasa kangen untuk pulang

Hari indah, detik yang terindah ini
Adalah kado keajaiban Tuhan
Ketika Ia menyatukan dua hati
Dengan kesediaan dan keikhlasan untuk saling berbagi

Lihatlah sepasang wajah yang putih dan bercahaya
Bergandeng tangan sedemikian eratnya
Setelah seribu hutan dan hempas gelombang mereka lewati
Dalam getir dan pahitnya jejak-jejak langkah

Untuk mewujudkan mimpi-mimpi indah
Merengkuh keagungan cinta dalam bentuknya yang paling sejati
Bersama dalam perjalanan panjang
Menuju kebahagiaan dalam keabadian Cinta-Nya

Gedongkiwo, 22 Juni 2003

Kado dari seorang sahabat untuk Itok & Fifi