Sunday, February 26, 2006

Fear No Great Ads

Bale Agung

Online Brainstorm 1




Brief: ILM ini dibuat untuk menyambut Ramadhan 1426 kemarin, ditayangkan selama bulan Ramadhan dengan audiens muslim umum, usia remaja sampai dewasa.

Menampilkan ILM ini saya anggap perlu sebagai media diskusi online untuk menghasilkan suatu output kreatif yang unggul. Jadi tidak perlu ngumpul di satu ruang, brainstorm ini bisa kita laksanakan dimanapun, kapanpun. Semuanya boleh kasih comment, baik atau buruk. Memuji atau menghujat, syukur-syukur ngasih saran perbaikannya. Jadi ini bukan monopoli orang kreatif aja, tapi semua departemen boleh bahkan semua orang. Everybody invited. Dengan upaya kecil ini, semoga suatu hari nanti ada output Petakumpet yang pulang bawa award dari Adfest. So, ditunggu partisipasinya buat jadi pahlawan yang menyelamatkan dunia periklanan Indonesia!

Saturday, February 25, 2006

Petakumpet Nominator Cakram Award 2006


Good is Not Enough

Rebuild Our Corporate Culture

Latar Belakang

Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi dapat diandaikan sekumpulan tombak. SDM yang kompeten (tombak yang runcing ini) arahnya sering ke mana-mana. Tugas budaya perusahaan adalah mengikat mereka dalam satu arah, sehingga mempunyai "daya dobrak" yang tinggi dalam persaingan.

Budaya perusahaan sekarang menjadi salah satu tema sentral dalam pengembangan perusahaan. Budaya perusahaan bukan hanya dipandang sebagai warisan masa lalu belaka, tetapi juga harus direkayasa dan ditempatkan sebagai strategic tools untuk mencapai tujuan perusahaan dan sebagai andalan daya saing. Hampir semua aspek pengembangan perusahaan selalu terkait dengan budaya perusahaan.

Ketika krisis melanda negara kita, banyak perusahaan dijual, diambil alih dan dimerger. Masalah perbedaan budaya perusahaan dan bagaimana mengatasi perbedaan itu menjadi masalah yang menonjol. Berbagai merger antar bank juga menyisakan api dalam sekam berupa rendahnya trust secara horisontal maupun vertikal dalam jajaran SDM, akibat belum tuntasnya konsolidasi budaya perusahaan. Dalam proses akusisi dan merger, masalah budaya perusahaan memegang peran kunci bagi keberhasilannya.

Beberapa program Kerja Sama Operasi juga banyak yang terhambat, karena masalah budaya perusahaan. Padahal perkembangan bisnis ke depan memang diwarnai oleh network organization, yang didorong oleh keinginan menggabungkan kompetensi masing-masing untuk mendapatkan nilai terbaik bagi pelanggan. Dan batu sandungan terbesar adalah perbedaan norma yang bersumber dari perbedaan budaya perusahaan masing-masing organisasi.

Krisis juga menyadarkan perusahaan untuk berbenah diri dan melakukan perubahan yang signifikan. Padahal dalam pengembangan organisasi, tak akan ada keberhasilan tanpa dukungan budaya perusahaan yang sesuai. Misalnya kualitas produk dan kualitas jasa service quality dapat diciptakan dengan dukungan quality-centered culture, sebuah budaya yang menempatkan penyajian jasa dan produk yang customer driven sebagai proses pendukung untuk continuous improvement.

Dalam melakukan corporate culture engineering bukan saja dituntut keahlian dalam bidang pengembangan organisasi, tetapi juga pemahaman yang baik dalam bidang antropologi. Program ini akan bersentuhan dengan elemen-elemen sebuah budaya perusahaan seperti nilai-nilai, heroisme, ritual dan jaringan kultural. Proses sosialisasi harus melewati pengkajian secara mendalam, memilih bauran sarana sosialisasi yang paling tepat, dan mengemasnya dalam sebuah program terpadu, yang dapat dievaluasi dan dikontrol efektivitasnya.

Sebagai sebuah perusahaan kreatif yang diharapkan bisa dibawa ke publik suatu hari kelak, PT. Petakumpet dituntut untuk memiliki corporate culture yang kondusif bagi tumbuh suburnya ide-ide segar dari seluruh elemen perusahaan di dalamnya.Sekaligus juga untuk menempatkan semangat komunitas dan kebersamaan dalam frame korporat yang tepat, sehingga tidak saling berbenturan (destruktif) tapi saling melengkapi (konstruktif).

Karena corporate culture menyangkut hal yang paling mendasar sebelum perusahaan berkembang lebih besar lagi, maka diperlukan perhatian dan upaya yang sangat serius dari semua pihak yang dikoordinasikan oleh manajemen secara kontinyu dengan target pencapaian yang ditentukan. Untuk itu diperlukan konsep umum maupun teknis untuk menerapkan strategi membangun corporate culture.

Visi Perusahaan

Membuat hidup lebih menarik dengan terus menciptakan ide-ide segar. Setiap hari.

Program membangun corporate culture ini diharapkan dapat mengkomunikasikan visi ini sehingga menjadi spirit yang menggerakkan seluruh elemen perusahaan untuk terus melaksanakan perbaikan dan menciptakan kemajuan dalam operasionalnya setiap hari.

Misi Corporate Culture
1. Membangun sistem korporat yang bersih, efektif dan progresif
2. Menjadi biro iklan paling kreatif dalam skala nasional
3. Become The Most Admired Company dalam skala nasional

Rencana Umum
Membangun budaya disiplin, bersih, hemat // Mewujudkan environment yang kondusif untuk berkembangnya ide-ide segar // Menciptakan lingkungan profesional yang bekerja keras, berinisiatif dan bertanggung jawab // Membangun budaya ramah dan murah senyum

Tema Sentral: good is not enough
Manajemen akan mengarahkan semua staf untuk mengembangkan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam day to day operations. Manajerial akan mengarahkan staf dengan kemampuan dan sifat terbaik dalam sebuah teamwork yang kuat dan saling melengkapi. Tanpa adanya saling pengertian antar seluruh elemen di perusahaan ini, akan sulit dicapai tujuan yang telah kita tetapkan di Direktorat. Mereka memang diberikan pressure yang cukup, sekaligus reward dan punishment yang sesuai. Sebagai pelengkap dari tema besar Good is not enough, ada tiga hal yang menjadi target kita tahun ini dalam lingkup corporate culture:

Great Attitude
Termasuk penerapan budaya disiplin, bersih, hemat

Great Skill
Meningkatkan kemampuan di bidangnya masing-masing dan kemampuan bekerjasama lintas departemen.

Great Company
Dari dua hal di atas, kita bisa mulai membangun perusahaan yang dihormati karena memiliki keunggulan dan daya saing tinggi, lewat system komunikasi yang sehat dan terbuka baik di internal maupun eksternal

Penutup

Semoga ini menjadi upaya awal yang akan membuat perusahaan kita menjadi: The Most Admired Company paling tidak dalam tataran nasional. Ini target yang serius, tanpa bermaksud melebih-lebihkan. Sebuah alasan yang cukup bagus kenapa kita semua harus bangun pagi dan berangkat ngantor setiap hari.

Monday, February 13, 2006

Urgently Needed: Account Executive

Perusahaan kami tidak besar dan tidak berdomisili di Jakarta. Klien kami 250 institusi dan terus bertambah. Meskipun sudah koneksi internet 24 jam sehari, beberapa ruangannya tidak ber-AC (termasuk ruang Anda nantinya). Tapi kami percaya Anda pernah mendengar nama kami. Kami tidak menawarkan gaji yang lebih besar daripada di Jakarta, tapi jika Anda ingin menjadi bagian sejarah periklanan Indonesia: kesempatan itu terbuka lebar bersama kami.

Pertanyaannya: apakah Anda cukup nyali untuk bergabung dengan Agency of The Year Pinasthika Ad.Festival 2003 & 2005 dan meneruskan sukses berikutnya di level yang lebih tinggi?

Hanya jika Anda terpilih jadi Account Executive!

SYARAT UMUM
Berusia tidak lebih dari 28 tahun, menyukai tantangan untuk terus menciptakan ide-ide segar dalam suasana kerja dinamis progresif, kompetitif, mampu bekerja mandiri/teamwork, nyaman bekerja dengan deadline ketat

SYARAT KHUSUS
Pria/Wanita, D3/S1 Umum, menyertakan CV, diutamakan berpengalaman di bidang client service/marketing perusahaan kreatif, mempunyai SIM C dan kendaraan sendiri, berpenampilan menarik

Lamaran dikirim dalam amplop tertutup, di kiri atas ditulis Nama dan kode: AE. Sertakan no. telp./HP. Diterima paling lambat 25 Pebruari 2006. Kandidat yang memenuhi syarat akan dihubungi via telepon, untuk mengikuti tes praktek & wawancara.

Untuk informasi & lamaran silakan hubungi:
Dwi Hastuti SH., MM., HRD Department PT. PETAKUMPET
Gedongkiwo MJ I/1001 Yogyakarta-55142
Telp. 0274-373847, email:
contact@petakumpetworld.com
www. petakumpetworld.com

Saturday, February 11, 2006

Launching New Corporate and Brand Identity



Yogyakarta, Peb 10, 2006, 07.00 pm – Petakumpet, a creative company based on Gedongkiwo Yogyakarta is launching a new corporate and brand identity that will include a reworked company logo, titled Good is Not Enough.

"This tagline 'Good is Not Enough' means that every person of this company should not get satisfied with our past or present achievements. It's not enough just being the good, while others working hard of being the great. Everybody should love challenges to be better, not to hide from them," said M. Arief Budiman, Petakumpet's Managing Director at kick off speech.

The company drops the eye from it's previous logo, change typeface and bring it together with the new face: a compact modification of frutiger bold with a hiding shape of orange 'e' and leaf on it. Combination colour of black dan familiar orange represents new spirit to create more fresh ideas in fast growing company and being tough in the harder competition to achieve greatness. The new logo was created by Eko Eddi Sucipto (Creative Head), the winner of internal new logo competition. Eko becomes the first designer from 2nd generation after the previous logos created by Petakumpet's founders: Radetyo Sindhu Utomo (President Director) and M. Arief Budiman (Managing Director) and Petakumpet’s community at their first studio at Pakuncen Yogyakarta, 1995.

Board of Directors and Board of Commisions are joining all staffs of Petakumpet on ceremony at headquarter since evening before the show 'till the party ends at 10.00 pm with praying leads by M. Bagoes Priambada (Business Development Director).

In a move that's credited with raising public awareness of the new logo, Petakumpet also launched an aggressive marketing action that use the power of low budget campaign including above and below the line.

For further information about the new corporate and brand identity, please visit www.petakumpetworld.com

Sunday, February 05, 2006

Mc.Dedy & Mc.Donald



Entah kenapa ada yang berbuat setega ini pada Ronal Mc.Donald. Mungkin ini karma dari kehidupan patung ini sebelumnya.

Monday, January 30, 2006

Coba Tebak Siapa?

Petualangan Sehari-hari

Seorang pendaki sejati tak bosan-bosannya mendaki gunung yang sama berkali-kali. Mengapa? Karena ia tahu bagaimana menikmati setiap titian pendakian. Baginya, tak pernah ada halimun yang sama. Semak dan pepohonan selalu berganti warna. Awan senantiasa menampakkan lekuk-lekuk baru. Dan, puncak gunung pun memberikan reguk kebahagiaan yang belum pernah dirasakan.

Kita mungkin telah melalui jalan yang sama antara rumah dan kantor selama bertahun-tahun. Maukah anda, dalam satu minggu ke depan, menjadikannya sebagai petualangan pribadi? Bila ya, amati setiap jarak yang anda tempuh. Lihatlah wajah-wajah yang anda temui di jalan. Pepohonan dan daun-daun di taman kota. Kios, warung dan toko. Sinar matahari yang terpantul di kaca gedung tinggi. Gumpalan asap mobil. Coretan di tembok-tembok kota. Apa saja!, semua yang anda jumpai. Berikan perhatian. Namun, jangan masukkan ke dalam hati demi sebuah penilaian. Nikmati saja petualangan ini tanpa perlu mengukur baik-buruknya semua itu. Terima saja ia adanya. Dan, saat memasuki ruang kerja, bolehlah Anda anggap tiba di puncak pendakian. Maka, kata bosan pun bisa kita lupakan dalam rutinitas sehari-hari.

Menuju Brand Baru


Visual kantor lama kita sebelum direnovasi. Tunggu aja kejutannya di bulan Februari ini. Gak bakal nyesel jika mau sabar sedikit. Yang pasti: kualitas baik aja nggak cukup...

Sunday, January 29, 2006

5 Tipe Karyawan di Kantor Kita

Oleh: K.H. Abdullah Gymnastiar (Ide dasar diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)

I. Karyawan "Wajib"
  • Keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
  • Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
  • Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
  • Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengan kehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya

II. Karyawan "Sunnah"

  • Kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan.
  • Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.
  • Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

III. Karyawan "Mubah"

  • Ciri khas: ada dan tiadanya sama saja.
  • Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
  • Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.
  • Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.

IV. Karyawan "Makruh"

  • Ciri: adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.
  • Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.
  • Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.

V. Karyawan "Haram"

  • Ciri khas: kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
  • Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.
  • Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah.
  • Pendek kata di adalah "trouble maker".

Silahkan direnungkan, kita termasuk kategori yang mana?

Sunday, January 15, 2006

Petakumpet Change Its Logo and More

On February 1st 2006, Petakumpet will announce the change of its logo and new corporate identity for 2006. The Corp ID will title 'Flying'. As explained by the new Managing Director, M. Arief Budiman, S.Sn. (former Business Development Director) this campaign will use the power of low budget campaign. It will challenge the company's troops to think and work harder to get maximal promotion's effects, without supporting big budget behind. Just to remind, last year Corp ID of Petakumpet titled 'Dreamlight' won several awards from Pinasthika Ad.Festival 2005 including The Best Company Profile.

Could Petakumpet rewind their success this year? The competition between agencies in Indonesia is growing tougher. It's not be easy to take again their last year position as Agency of The Year.

While being asked, Arief said,"The decision of low budget campaign is not just for saving money. It's the best way to challenge our way of live. To push ourselves to think and act out of the box. We never depend on money to make our company survive. We sure the unlimited power is inside our brain, our creativity and our will. That's why our vision is to make our live more interesting by creating fresh ideas. Everyday. It's OK if others say it's impossible to create a campaign without enough budget. But for us here, impossible is nothing."

So, you have to wait and see.

Public Relations PT. Petakumpet

Monday, January 09, 2006

5 Steps To Be A Great Creative Director

Pertama-tama, being a great creative person bukan jaminan kalo elo bisa jadi great creative director. Ambil contoh Darta, bukan nama sebenernya, dia ini top gun di advertising agency tempat dia bekerja. Disiplin, nggak basa-basi, jago konsep dan eksekusi. Tahun demi tahun dia bekerja ditempat yang sama (bukan satu atau dua tahun mencelat kesana kemari biar naik gaji atau naik posisi) satu-satunya jalan buat dia is straight to the top. Setiap kali ada promotion, namanya selalu jadi top-of-the-list. Darta mau nggak mau nerima promotion, cuma sekedar menerima kenyataan pahit atau dengan kata lain learning the hard way, bahwa semua karakter dan sifat-sifatnya yang bikin dia jadi creative person yang hebat, bukan jaminan dia untuk jadi manajer creative yang lumayan.

David C. Baker, principal of Recourses berkata,"So many Creative Director have been promoted to that position because they were good at being creative. But, there is no connection between that and being a good creative director."

MANAJEMEN KREATIF!

Waktu Darta dipromosi jadi creative director, dia udah jadi creative paling enggak sepuluh tahunan. udah jago banget dalam hal crafting dan manage dirinya sendiri, ditambah pengalaman dia me-manage segelintir orang kreatif pas dia jadi group head. Jadi saat dia di-promote, dia ngerasa mungkin udah saatnya. Tapi nggak lama kemudian dia ngerasa bahwa me-manage creative output-nya sendiri jauh banget dengan ngasih arahan dan mengontrol output tim kreatif yang dia pernah pimpin. Ngasih bimbingan, arahan dan kritik ke tim kreatifnya jadi hal yang sangat sulit buat dia.

"Gila, susah banget buat ngasih arahan konsep dan eksekusi ke tim kreatif yang pengalamannya di bawah gue," kata Darta. "Apa gara-gara kebiasaan kerja sama-sama terus sekarang gue jadi boss/atasan mereka kali, tau deh."

Suasana aneh yang dia rasain saat dia jadi creative director makin terasa saat menjelang presentasi kreatif yang super penting buat klien kunci. "Kebayang gak sih, deadline makin deket belum ada konsep yang client-ready, aduuuh pusing," katanya. "Gue nawarin bantuan gue ikut mikir dan ngerjain, tapi ngeliat muka mereka yang seolah ngomong: ngapain sih lu ikut-ikutan, kurang kerjaan apa udah jadi boss?" Akhirnya Darta memilih untuk back off. Tim kreatifnya akhirnya mengeksekusi arahannya. Pelajaran paling berharga buat Darta, bisa disimpulkan dari salah satu seminar yang dia pernah ikutin seperti ini, "Bantu mereka, tapi jangan kerjakan pekerjaan mereka, dan jangan sebentar-sebentar jump-in untuk menolong mereka."

Ada perbedaan mendasar dari bertanggung jawab buat kualitas pekerjaan sendiri dengan bertanggung jawab untuk kualitas dan crafting output pekerjaan orang lain (baik satu maupun banyak orang). "It's a tough transition for many creative people".

Awal kesalahan mendasar seorang creative director adalah tendensi untuk membantu mengerjakan pekerjaan tim kreatifnya. Mereka sudah sekian lama merasakan nikmatnya dipuji karena kemampuan mereka mengerjakan pekerjaan kreatif, mereka pengen terus merasakan kenikmatan itu, atau kadang mereka masih ingin merasakan asyiknya jadi 'pemain' yang super produktif.

5 POIN MANAGING CREATIVES AND CREATIVITY dari David C. Baker

KNOW YOURSELF


Elo gak bakal bisa jadi ngasih direction buat orang lain secara efektif kalo nggak tau cara me-manage diri elo sendiri. Gimana gaya/cara/kekuatan/kelemahan elo. Awal dari seorang creative director yang masih gres adalah ngaca! Liat kemampuan diri, lakukan evaluasi kekuatan dan kelemahan, kenapa elo dapet promosi dan apakah elo yakin bahwa elo memang mampu (buruan tolak kalo elo nggak suka atau ngerasa nggak mampu. serius!!!). Ada beberapa site di internet yang bisa jadi patokan, www.myerbriggs.org, www.piworldwide.com, &
www.onlinedisc.com. Kalo elo orangnya suka ngatur, pasti banyak orang yang bakal reseh kalo sedikit2 elo mengkoreksi mereka. Kalo elo orangnya dominan, pasti bakalan bentrok sama orang yang punya sifat yang sama. Intinya mengenal diri sendiri adalah cara yang paling bijak untuk mengenal pribadi orang lain.

KNOW YOUR TEAM

Alat yang paling efektif dalam me-manage kreatif adalah berusaha mengenal mereka dan mencari tahu cara mereka bekerja dan berkomunikasi. Mungkin ada yang bilang elo kurang kerjaan kalo elo punya daftar inventaris karakter personal, skill, dan cara kerja masing-masing tim kreatif. CD yang baik tahu setiap anggota timnya, cara mereka bekerja, plus kekuatan dan kelemahan masing-masing. Karena setiap pekerjaan/proyek bisa jadi butuh spesifikasi tim kreatif yang berbeda-beda. Penting juga untuk tahu apa yang memotivasi mereka.

MANAGE THEM THE WAY THEY WANT TO BE MANAGED

Inget nggak waktu jadi art director atau writer, ada yang pengen briefnya lengkap tertulis rapi jali, ada tim yang nggak peduli ada brief atau enggak, ada yang butuh deadline tertulis dan kapan real deadline beneran karena kalo enggak mereka akan ngambek, dan lain lain. Kadang kalo dipikir-pikir absurd juga. Intinya adalah setiap orang/setiap tim kreatif punya cara kerja yang berbeda-beda. Jadi jangan kaget, itu cuma style mereka bekerja. Nggak ada metode yang membuktikan cara yang satu lebih baik dari cara yang lain. Jadi saat kita mencoba mengadaptasi satu style untuk semua orang, ada baiknya kita lakukan sembari kita sesuaikan dengan karakter kerja tim kreatif.

COMMUNICATE OFTEN

Berusaha untuk mengkomunikasikan harapan dan memberikan kritik konstruktif adalah hal yang paling sulit bagi seorang creative director baru. Kadang bisa membuat mereka stres berat. Solusi terbaik adalah dengan membuat hubungan yang kuat dengan tim kreatif melalui pertemuan kreatif yang regular. Cukup 10 menit untuk tim kreatif. Jangan campuradukkan meeting ini dengan meeting evaluasi, deadline, dll. Bikin meeting itu informal, santai dan usahakan untuk ngomong apa adanya dan ajarin mereka untuk ngomong tentang ketertarikan mereka, apa adanya. Biar lebih asyik dan kondusif catet agenda setiap permasalahan dengan jelas, dan poin-poin diskusi, dengan baik dan rapih. Hal ini terbukti meminimalisir konflik. Tim kreatif bisa belajar mengekspresikan perasaan mereka, ngasih feedback dan cd bisa memberi solusi langsung secara konstruktif.

SET STANDARD, THEN BACK OFF

Ngasih direction ke orang lain itu rasanya kayak jadi pelatih. Tau kapan turun tangan kapan mundur, kapan membiarkan mereka melakukan sesuatu dan melakukan kesalahan supaya mereka bisa belajar dari kesalahan itu. Wuih, sangat menantang! Kadang CD yang cemen, tergoda buat sok bantuin, atas dasar pokoknya kerjaan kelar pada waktunya.

BELAJARLAH UNTUK MENGHINDAR DARI GODAAN TERSEBUT!

Susah sih emang, itu udah kayak insting. Tapi kalo berhasil pasti sangat menyenangkan. Akhirnya, jadi creative director itu adalah menciptakan standar kreatif dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kualitas hasil departemen kreatif, menghasilkan yang terbaik. Ada hal lain yang harus dilakukan creative director untuk anggota timnya, seperti invest waktu untuk memberikan pengetahuan tentang company culture, history, filosofi dan standar perusahaan. Tapi yang terpenting: membiarkan setiap anggota tim kreatif untuk mengikuti instink dan gaya kerja mereka dan biarkan mereka belajar dari pengalamannya sendiri.

Selamat menjadi creative director yang lebih baik!

Saduran super cuek dari HOW, Design&Photography, August 2005
Help! I'm A New Creative Director. 5 steps to becoming a great manager

Sunday, January 08, 2006

Berikan yang Terbaik

Pada masa ketika tembok Berlin masih berdiri, ada beberapa orang BerlinTimur yang memutuskan untuk mengirim "bingkisan" kepada tetangga mereka di Berlin Barat. Mereka mengisi sebuah truk pengangkut tanah dengan barang-barang yang tidak diinginkan, seperti sampah, puing-puing bangunan,dan banyak lagi barang yang menjijikkan yang dapat mereka temukan. Mereka dengan tenang membawa bingkisan itu melintasi perbatasan, mendapat izin untuk lewat, dan mengirimkan bingkisan tersebut dengan membuangnya di kawasan Berlin Barat.

Tidak sulit untuk menduga bahwa orang Berlin Barat tersinggung karenanya dan berpikir untuk memberikan balasan yang setimpal. Orang langsung mulai menawarkan gagasan-gagasan mereta tentang cara membalas perbuatan takterpuji itu.

Tiba-tiba ada seorang bijak datang ke tengah mereka yang sedang mengumbar nafsu amarah. Ia menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang sangat mengherankan, orang menanggapi saran tersebut dengan senang hati dan mulai mengisi sebuah truk sampai penuh dengan barang-barang yang terhitung langka di kawasan Berlin Timur. Pakaian, makanan, obat-obatan, semua dinaikkan ke dalam truk.

Mereka membawa truk bermuatan penuh itu melintasi perbatasan, kemudian dengan hati-hati membongkar dan menyusun barang-barang berharga itu di tanah, dan meninggalkan sebuah pesan yang berbunyi, "Setiap orang memberi sesuai dengan kemampuannya untuk memberi."

Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka yang melihat "bingkisan balasan" itu serta pesan yang tertulis bagi mereka. Perasaan mereka campuraduk. Terkejut. Malu. Kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mungkin ada yang menyesal.

Yang kita berikan kepada orang lain merupakan sebuah pesan yang jelas sekali mengenai siapa kita. Cara kita menanggapi perbuatan tidak ramah, perbuatan tidak adil, atau sikap tidak tahu terima kasih juga mencerminkan karakter kita yang sesungguhnya.

Notes: Dapet dari milis, semoga bisa merangsang kita untuk selalu berfikir positif