Thursday, August 24, 2006

Mau Desain Poskamling?



Tim kreatif Petakumpet mendesain Poskamling RT 54 RW 11 Gedongkiwo yang berlokasi di dekat kantor. Poskamling ini pada tahun 2005 meraih Juara 1 Lomba Poskamling se-Kodya Yogyakarta dan sekaligus Juara Poskamling Favorit pilihan pembaca surat kabar. Hadiah yang diperoleh sebesar Rp 15.000.000,- menambah uang kas RT yang biasanya berjumlah ratusan ribu rupiah.

Sunday, February 26, 2006

Fear No Great Ads

Bale Agung

Online Brainstorm 1




Brief: ILM ini dibuat untuk menyambut Ramadhan 1426 kemarin, ditayangkan selama bulan Ramadhan dengan audiens muslim umum, usia remaja sampai dewasa.

Menampilkan ILM ini saya anggap perlu sebagai media diskusi online untuk menghasilkan suatu output kreatif yang unggul. Jadi tidak perlu ngumpul di satu ruang, brainstorm ini bisa kita laksanakan dimanapun, kapanpun. Semuanya boleh kasih comment, baik atau buruk. Memuji atau menghujat, syukur-syukur ngasih saran perbaikannya. Jadi ini bukan monopoli orang kreatif aja, tapi semua departemen boleh bahkan semua orang. Everybody invited. Dengan upaya kecil ini, semoga suatu hari nanti ada output Petakumpet yang pulang bawa award dari Adfest. So, ditunggu partisipasinya buat jadi pahlawan yang menyelamatkan dunia periklanan Indonesia!

Saturday, February 25, 2006

Petakumpet Nominator Cakram Award 2006


Good is Not Enough

Rebuild Our Corporate Culture

Latar Belakang

Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi dapat diandaikan sekumpulan tombak. SDM yang kompeten (tombak yang runcing ini) arahnya sering ke mana-mana. Tugas budaya perusahaan adalah mengikat mereka dalam satu arah, sehingga mempunyai "daya dobrak" yang tinggi dalam persaingan.

Budaya perusahaan sekarang menjadi salah satu tema sentral dalam pengembangan perusahaan. Budaya perusahaan bukan hanya dipandang sebagai warisan masa lalu belaka, tetapi juga harus direkayasa dan ditempatkan sebagai strategic tools untuk mencapai tujuan perusahaan dan sebagai andalan daya saing. Hampir semua aspek pengembangan perusahaan selalu terkait dengan budaya perusahaan.

Ketika krisis melanda negara kita, banyak perusahaan dijual, diambil alih dan dimerger. Masalah perbedaan budaya perusahaan dan bagaimana mengatasi perbedaan itu menjadi masalah yang menonjol. Berbagai merger antar bank juga menyisakan api dalam sekam berupa rendahnya trust secara horisontal maupun vertikal dalam jajaran SDM, akibat belum tuntasnya konsolidasi budaya perusahaan. Dalam proses akusisi dan merger, masalah budaya perusahaan memegang peran kunci bagi keberhasilannya.

Beberapa program Kerja Sama Operasi juga banyak yang terhambat, karena masalah budaya perusahaan. Padahal perkembangan bisnis ke depan memang diwarnai oleh network organization, yang didorong oleh keinginan menggabungkan kompetensi masing-masing untuk mendapatkan nilai terbaik bagi pelanggan. Dan batu sandungan terbesar adalah perbedaan norma yang bersumber dari perbedaan budaya perusahaan masing-masing organisasi.

Krisis juga menyadarkan perusahaan untuk berbenah diri dan melakukan perubahan yang signifikan. Padahal dalam pengembangan organisasi, tak akan ada keberhasilan tanpa dukungan budaya perusahaan yang sesuai. Misalnya kualitas produk dan kualitas jasa service quality dapat diciptakan dengan dukungan quality-centered culture, sebuah budaya yang menempatkan penyajian jasa dan produk yang customer driven sebagai proses pendukung untuk continuous improvement.

Dalam melakukan corporate culture engineering bukan saja dituntut keahlian dalam bidang pengembangan organisasi, tetapi juga pemahaman yang baik dalam bidang antropologi. Program ini akan bersentuhan dengan elemen-elemen sebuah budaya perusahaan seperti nilai-nilai, heroisme, ritual dan jaringan kultural. Proses sosialisasi harus melewati pengkajian secara mendalam, memilih bauran sarana sosialisasi yang paling tepat, dan mengemasnya dalam sebuah program terpadu, yang dapat dievaluasi dan dikontrol efektivitasnya.

Sebagai sebuah perusahaan kreatif yang diharapkan bisa dibawa ke publik suatu hari kelak, PT. Petakumpet dituntut untuk memiliki corporate culture yang kondusif bagi tumbuh suburnya ide-ide segar dari seluruh elemen perusahaan di dalamnya.Sekaligus juga untuk menempatkan semangat komunitas dan kebersamaan dalam frame korporat yang tepat, sehingga tidak saling berbenturan (destruktif) tapi saling melengkapi (konstruktif).

Karena corporate culture menyangkut hal yang paling mendasar sebelum perusahaan berkembang lebih besar lagi, maka diperlukan perhatian dan upaya yang sangat serius dari semua pihak yang dikoordinasikan oleh manajemen secara kontinyu dengan target pencapaian yang ditentukan. Untuk itu diperlukan konsep umum maupun teknis untuk menerapkan strategi membangun corporate culture.

Visi Perusahaan

Membuat hidup lebih menarik dengan terus menciptakan ide-ide segar. Setiap hari.

Program membangun corporate culture ini diharapkan dapat mengkomunikasikan visi ini sehingga menjadi spirit yang menggerakkan seluruh elemen perusahaan untuk terus melaksanakan perbaikan dan menciptakan kemajuan dalam operasionalnya setiap hari.

Misi Corporate Culture
1. Membangun sistem korporat yang bersih, efektif dan progresif
2. Menjadi biro iklan paling kreatif dalam skala nasional
3. Become The Most Admired Company dalam skala nasional

Rencana Umum
Membangun budaya disiplin, bersih, hemat // Mewujudkan environment yang kondusif untuk berkembangnya ide-ide segar // Menciptakan lingkungan profesional yang bekerja keras, berinisiatif dan bertanggung jawab // Membangun budaya ramah dan murah senyum

Tema Sentral: good is not enough
Manajemen akan mengarahkan semua staf untuk mengembangkan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam day to day operations. Manajerial akan mengarahkan staf dengan kemampuan dan sifat terbaik dalam sebuah teamwork yang kuat dan saling melengkapi. Tanpa adanya saling pengertian antar seluruh elemen di perusahaan ini, akan sulit dicapai tujuan yang telah kita tetapkan di Direktorat. Mereka memang diberikan pressure yang cukup, sekaligus reward dan punishment yang sesuai. Sebagai pelengkap dari tema besar Good is not enough, ada tiga hal yang menjadi target kita tahun ini dalam lingkup corporate culture:

Great Attitude
Termasuk penerapan budaya disiplin, bersih, hemat

Great Skill
Meningkatkan kemampuan di bidangnya masing-masing dan kemampuan bekerjasama lintas departemen.

Great Company
Dari dua hal di atas, kita bisa mulai membangun perusahaan yang dihormati karena memiliki keunggulan dan daya saing tinggi, lewat system komunikasi yang sehat dan terbuka baik di internal maupun eksternal

Penutup

Semoga ini menjadi upaya awal yang akan membuat perusahaan kita menjadi: The Most Admired Company paling tidak dalam tataran nasional. Ini target yang serius, tanpa bermaksud melebih-lebihkan. Sebuah alasan yang cukup bagus kenapa kita semua harus bangun pagi dan berangkat ngantor setiap hari.

Monday, February 13, 2006

Urgently Needed: Account Executive

Perusahaan kami tidak besar dan tidak berdomisili di Jakarta. Klien kami 250 institusi dan terus bertambah. Meskipun sudah koneksi internet 24 jam sehari, beberapa ruangannya tidak ber-AC (termasuk ruang Anda nantinya). Tapi kami percaya Anda pernah mendengar nama kami. Kami tidak menawarkan gaji yang lebih besar daripada di Jakarta, tapi jika Anda ingin menjadi bagian sejarah periklanan Indonesia: kesempatan itu terbuka lebar bersama kami.

Pertanyaannya: apakah Anda cukup nyali untuk bergabung dengan Agency of The Year Pinasthika Ad.Festival 2003 & 2005 dan meneruskan sukses berikutnya di level yang lebih tinggi?

Hanya jika Anda terpilih jadi Account Executive!

SYARAT UMUM
Berusia tidak lebih dari 28 tahun, menyukai tantangan untuk terus menciptakan ide-ide segar dalam suasana kerja dinamis progresif, kompetitif, mampu bekerja mandiri/teamwork, nyaman bekerja dengan deadline ketat

SYARAT KHUSUS
Pria/Wanita, D3/S1 Umum, menyertakan CV, diutamakan berpengalaman di bidang client service/marketing perusahaan kreatif, mempunyai SIM C dan kendaraan sendiri, berpenampilan menarik

Lamaran dikirim dalam amplop tertutup, di kiri atas ditulis Nama dan kode: AE. Sertakan no. telp./HP. Diterima paling lambat 25 Pebruari 2006. Kandidat yang memenuhi syarat akan dihubungi via telepon, untuk mengikuti tes praktek & wawancara.

Untuk informasi & lamaran silakan hubungi:
Dwi Hastuti SH., MM., HRD Department PT. PETAKUMPET
Gedongkiwo MJ I/1001 Yogyakarta-55142
Telp. 0274-373847, email:
contact@petakumpetworld.com
www. petakumpetworld.com

Saturday, February 11, 2006

Launching New Corporate and Brand Identity



Yogyakarta, Peb 10, 2006, 07.00 pm – Petakumpet, a creative company based on Gedongkiwo Yogyakarta is launching a new corporate and brand identity that will include a reworked company logo, titled Good is Not Enough.

"This tagline 'Good is Not Enough' means that every person of this company should not get satisfied with our past or present achievements. It's not enough just being the good, while others working hard of being the great. Everybody should love challenges to be better, not to hide from them," said M. Arief Budiman, Petakumpet's Managing Director at kick off speech.

The company drops the eye from it's previous logo, change typeface and bring it together with the new face: a compact modification of frutiger bold with a hiding shape of orange 'e' and leaf on it. Combination colour of black dan familiar orange represents new spirit to create more fresh ideas in fast growing company and being tough in the harder competition to achieve greatness. The new logo was created by Eko Eddi Sucipto (Creative Head), the winner of internal new logo competition. Eko becomes the first designer from 2nd generation after the previous logos created by Petakumpet's founders: Radetyo Sindhu Utomo (President Director) and M. Arief Budiman (Managing Director) and Petakumpet’s community at their first studio at Pakuncen Yogyakarta, 1995.

Board of Directors and Board of Commisions are joining all staffs of Petakumpet on ceremony at headquarter since evening before the show 'till the party ends at 10.00 pm with praying leads by M. Bagoes Priambada (Business Development Director).

In a move that's credited with raising public awareness of the new logo, Petakumpet also launched an aggressive marketing action that use the power of low budget campaign including above and below the line.

For further information about the new corporate and brand identity, please visit www.petakumpetworld.com

Sunday, February 05, 2006

Mc.Dedy & Mc.Donald



Entah kenapa ada yang berbuat setega ini pada Ronal Mc.Donald. Mungkin ini karma dari kehidupan patung ini sebelumnya.

Monday, January 30, 2006

Coba Tebak Siapa?

Petualangan Sehari-hari

Seorang pendaki sejati tak bosan-bosannya mendaki gunung yang sama berkali-kali. Mengapa? Karena ia tahu bagaimana menikmati setiap titian pendakian. Baginya, tak pernah ada halimun yang sama. Semak dan pepohonan selalu berganti warna. Awan senantiasa menampakkan lekuk-lekuk baru. Dan, puncak gunung pun memberikan reguk kebahagiaan yang belum pernah dirasakan.

Kita mungkin telah melalui jalan yang sama antara rumah dan kantor selama bertahun-tahun. Maukah anda, dalam satu minggu ke depan, menjadikannya sebagai petualangan pribadi? Bila ya, amati setiap jarak yang anda tempuh. Lihatlah wajah-wajah yang anda temui di jalan. Pepohonan dan daun-daun di taman kota. Kios, warung dan toko. Sinar matahari yang terpantul di kaca gedung tinggi. Gumpalan asap mobil. Coretan di tembok-tembok kota. Apa saja!, semua yang anda jumpai. Berikan perhatian. Namun, jangan masukkan ke dalam hati demi sebuah penilaian. Nikmati saja petualangan ini tanpa perlu mengukur baik-buruknya semua itu. Terima saja ia adanya. Dan, saat memasuki ruang kerja, bolehlah Anda anggap tiba di puncak pendakian. Maka, kata bosan pun bisa kita lupakan dalam rutinitas sehari-hari.

Menuju Brand Baru


Visual kantor lama kita sebelum direnovasi. Tunggu aja kejutannya di bulan Februari ini. Gak bakal nyesel jika mau sabar sedikit. Yang pasti: kualitas baik aja nggak cukup...

Sunday, January 29, 2006

5 Tipe Karyawan di Kantor Kita

Oleh: K.H. Abdullah Gymnastiar (Ide dasar diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)

I. Karyawan "Wajib"
  • Keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
  • Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
  • Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
  • Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengan kehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya

II. Karyawan "Sunnah"

  • Kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan.
  • Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.
  • Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

III. Karyawan "Mubah"

  • Ciri khas: ada dan tiadanya sama saja.
  • Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
  • Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.
  • Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.

IV. Karyawan "Makruh"

  • Ciri: adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.
  • Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.
  • Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.

V. Karyawan "Haram"

  • Ciri khas: kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
  • Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.
  • Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah.
  • Pendek kata di adalah "trouble maker".

Silahkan direnungkan, kita termasuk kategori yang mana?