Monday, September 07, 2009

Petakumpet, dari Komunitas Menjelma Jadi Biro Iklan Papan Atas

Good is not enough!

Ya, Bagus saja tidak cukup! Begitulah slogan yang dikibarkan Petakumpet. Sebuah perusahaan yang sangat percaya bahwa berjualan ide adalah bisnis sangat mahal meski hanya bermodal nol besar.

---

KARYA-karya Petakumpet yang banyak terpampang di berbagai sudut Jogjakarta, media, maupun di tempat-tempat strategis sebenarnya sudah menggambarkan sebesar apa perusahaan itu. Belum lagi, sederet penghargaan yang berhasil disabet dalam berbagai kompetisi di dunia periklanan. Tapi, siapa yang menyangka kelahiran PT Petakumpet berawal dari sebuah komunitas.

Petakumpet berangkat dari sebuah komunitas mahasiswa Desain Komunikasi Visual FSR ISI Jogja angkatan 1994. Terbentuk kali pertama sebagai sebuah komunitas pada 1 Mei 1995. Komunitas itu hanya bermarkas di studio kecil di Pakuncen, Jogja. Anggotanya kurang lebih 25 orang. Kala itu, order kecil-kecilan mulai didapat dengan promosi dari mulut ke mulut.

Waktu itu banyak anggota masih aktif sebagai mahasiswa ISI Jogja. Sejak membentuk studio kecil tersebut, anggotanya kuliah sambil bisnis kecil-kecilan. Antara lain, memproduksi stiker, sablon, poster, spanduk, dan komik. Mereka bermimpi di kemudian hari menjadikan Petakumpet sebagai tambang uang.

Demi mengejar mimpi, seluruh order dan usaha pengembangan bisnis dilakoni. Akibatnya, banyak ''penghuni'' Petakumpet yang memutuskan cuti kuliah tanpa batas waktu yang jelas. Mereka kompak mengejar mimpi-mimpi itu. ''Hanya bermodal keberanian dan semangat, dipadukan dengan kerasnya dengkul,'' ujar Executive Creative Director PT Petakumpet Creative Network Arief Budiman.

Namun, siapa sangka, itu merupakan awal berdirinya Petakumpet yang mulai dikenal di kalangan periklanan. Sejat saat itu, Petakumpet mulai aktif mengadakan atau mengikuti pameran sebagai wujud komunikasi dan interaksi melalui media desain grafis dan ilustrasi. Aktivitas tersebut mampu mewarnai setiap individu di dalamnya. Mereka menjadi memiliki keterikatan secara moral dan etika untuk menjaga nama baik komunitasnya.

Konsep studio juga memberikan banyak kemudahan dan kebebasan. Namun, ikatan yang longgar bagi anggota justru menyebabkan kelambanan bergerak, kesulitan pengelolaan, dan mengganjal pertumbuhan komunitas menjadi besar. Akhirnya, malah banyak anggota yang mengalami keputusasaan sehingga tak sedikit yang sibuk dengan usaha sendiri-sendiri di luar.

Dari gejala-gejala itulah, muncul pemikiran bagaimana agar energi kreatif yang dimiliki anggota lebih efektif. Dari situ mulai berpikir membuat nama Petakumpet dikenal lebih luas, serta memperbaiki manajemen. Tak bisa hanya mengandalkan bentuk komunitas yang kalau pekerjaannya selesai, untungnya langsung dibagi-bagi. ''Kalau koordinatornya adil, kemungkinan tak menjadi masalah. Kalau tidak, bisa bertengkar hebat antarteman,'' imbuh Arief.

Lalu, pada September 1999, lima orang di dalamnya, Arief, Itok, Eri, Yudi, dan Bagoes, sepakat mereinkarnasi komunitasnya menjadi perusahaan bernama Petakumpet AIM (advertising, illustration, multimedia). Dengan berubah menjadi perusahaan, mulai ada aturan main, prosedur kerja, job description, sekaligus upah yang jelas. Dengan hanya bermodal dua komputer 386 DX, satu scanner, satu printer, dan sebuah kompresor, markas dipindah dari daerah Pakuncen ke rumah yang harus ditempuh melewati gang sempit di daerah Sorowajan.

Dalam perkembangannya, kata Arief, perusahaan itu melewati berbagai rintangan yang tak bisa dihindari. Di antaranya, ketiadaan modal yang cukup serta SDM dan link bisnis yang terbatas. Berkat semangat untuk maju, berbagai tantangan berhasil dilalui. Singkat cerita, dengan semangat itulah, pada 7 Maret 2003, perusahaan kecil tersebut resmi menjadi badan usaha berbentuk perseroan terbatas dengan nama PT Petakumpet. Dengan staf yang sudah mencapai 45 orang, perusahaan itu memiliki armada yang lengkap untuk memberikan servis kreatif di bidang AIM.

Arief dan kru Petakumpet yang lain sepakat menganggap bisnis ide adalah bisnis yang paling murah karena tak harus mengeluarkan modal rupiah. Tak disangka, pertumbuhan Petakumpet begitu cepat. Jumlah kliennya terus bertambah. Dari awalnya 12 institusi dan personal, kini lebih dari 350 klien. Petakumpet juga sudah memiliki dua kantor besar di Sleman, Jogja, dan di Bellagio Boutique Mall, Mega Kuningan, Jakarta. (nis/jpnn/oki)

Sumber: Jawapos, Minggu, 06 September 2009

Thursday, August 27, 2009

Print Ad. Kemerdekaan GG Korporat


Klien: PT. Gudang Garam, Tbk
Agency: Petakumpet
Photography: Roby Agus

Monday, August 17, 2009

HOT NEWS: Lowongan di Petakumpet!

Thursday, August 13, 2009

Gudang Garam Merah Spektafest 2009

Client: PT Gudang Garam, Tbk / Agency: PT. Petakumpet Creative Network / Production House: RT Films / Director: Teddy Suryaatmaja

Tuesday, August 11, 2009

Dari Pinasthika 2009


T Shirt Jogja Dog Day
Finalis T Shirt (Graphic Design)

Poster Sambel Bledheg Super
Finalis Poster (Graphic Design)

Poster KINGKOMP Yogyakomtek
Finalis Poster Event (Graphic Design)


Poster DELTOID Body Building

Silver Award (Bawana)

Company Profile UK Petra

Gold Award (Graphic Design)

Petakumpet terpilih sebagai The Most Creative Graphic Design Agency di Pinasthika 2009. Terima kasih untuk seluruh kerja keras teman-teman di Kreatif (Dedy Rokkinz, Danan Mc. Kagan, Husny, Adit, Emyr, Bimalizer, Yudi) dan bantuan tim Petakumpet di departemen lain atas pencapaian ini. Next time, we will do better lah. As always :)

Monday, August 10, 2009

Petakumpet on Ad


Sunday, July 05, 2009

Promo BTL GGM 2009




Klien: PT. Gudang Garam, Tbk
Agency: Petakumpet
Photography: Roby Agus

Tuesday, June 30, 2009

TVC Gudang Garam Merah



Agency: PT Petakumpet Creative Network // Client: PT. Gudang Garam, Tbk // Director: Iman Brotoseno // PH: Orangewaterland

Sunday, February 01, 2009

Dari Nikahannya Danan & Putri






Danan akhirnya menikah. Seisi kantor akhirnya ke Solo. Dan mereka berbahagia selamanya, baik di rumah maupun di kantor. Yuuuuuk.....

Friday, January 02, 2009

Company Profile Petra 2008



Saturday, December 20, 2008

Yogyakomtek 2008

Wednesday, December 10, 2008

Print Ad. Idul Fitri Gudang Garam